Subsea Ecosystem Development Program Dimulai di MWC 2025 untuk Membangun Talenta Digital Indonesia

Ecosystem Program Initiative yang Didukung oleh Kementerian Komunikasi dan Digital, Telkom University, GSMA dan Pemimpin Industri untuk Memperkuat Kemampuan Digital Bawah Laut.

Subsea Ecosystem Development Program Dimulai di MWC 2025 untuk Membangun Talenta Digital Indonesia

[Barcelona, Spanyol] - 7 Maret 2025 - Sejak tahun 2020 Telkom University dan program Telecom Infra Project (TIP) telah berkolaborasi melalui TIP Community Labs di Telkom University untuk memajukan transformasi digital Indonesia yang selaras dengan visi “Making Indonesia 4.0”. Dalam upaya mempercepat transformasi digital Indonesia dan memperkuat infrastruktur digital bawah laut, sebuah konsorsium organisasi terkemuka, termasuk Kementerian Komunikasi dan Digital (KOMDIGI), Telekomunikasi International (Telin), Telkom Infra, Telkom University, Indosat Ooredoo Hutchison (IOH), XL Axiata, Meta, Alita Praya Mitra, GSMA, Ajari, Asosiasi Penyelenggara Sistem Komunikasi Kabel Bawah Laut Indonesia (ASKALSI), TIP, dan Ciena, bersinergi untuk memulai Program Pengembangan Ekosistem Bawah Laut pada saat Mobile World Congress Barcelona 2025. Inisiatif ini bertujuan untuk membangun kapasitas lokal dan mengembangkan talenta digital bawah laut kelas dunia di Indonesia, memastikan negara ini siap untuk memenuhi tuntutan ekonomi digital global yang terus meningkat.

Program Pengembangan Ekosistem Bawah Laut dirancang untuk memberikan pelatihan mutakhir, peluang penelitian, dan pengalaman praktis dalam teknologi kabel bawah laut,

infrastruktur digital, dan disiplin ilmu terkait. Dengan memfasilitasi kolaborasi di antara para stakeholders industri, institusi akademik, dan entitas pemerintah, program ini bertujuan untuk membangun jaringan profesional terampil yang kuat yang dapat mendorong inovasi dan mempertahankan posisi Indonesia sebagai pemain kunci dalam lanskap digital global.

Tujuan Utama Program:
1. Pengembangan Kapasitas: Membekali para profesional dan mahasiswa Indonesia dengan keterampilan tingkat lanjut dalam sistem kabel bawah laut, desain jaringan, dan manajemen infrastruktur digital.
2. Kolaborasi Industri-Akademisi: Memanfaatkan keahlian akademis Telkom University dan pengetahuan teknis dari mitra industri untuk menciptakan ekosistem pembelajaran yang kuat.
3. Inovasi dan Penelitian: Mempromosikan penelitian dan pengembangan teknologi bawah laut, memungkinkan Indonesia untuk berkontribusi pada kemajuan global di bidang ini.
4. Daya Saing Global: Mempersiapkan talenta Indonesia untuk bersaing di tingkat global, memastikan infrastruktur digital Indonesia memenuhi standar internasional.

Kutipan dari Stakeholders:

  • ➔ Telkom University: Telkom University merupakan institusi akademik yang berkomitmen untuk melakukan penelitian, inovasi, dan kewirausahaan yang berkelanjutan. Sesuai dengan visinya untuk menjadi National Excellent Entrepreneurial University pada tahun 2028, Telkom University secara aktif berkontribusi pada tujuan Sustainable Development Goals (SDGs). Sebagai institusi akademik, kami bangga dapat memainkan peran penting dalam membentuk generasi pemimpin digital masa depan. Program ini bertujuan untuk menjembatani kesenjangan antara teori dan praktik, memastikan lulusan kami sepenuhnya siap untuk menghadapi tuntutan industri.” - Lia Yuldinawati, Direktur Strategic Partnership & International Office Telkom University.
  • ➔ Komdigi: “Inisiatif ini merupakan upaya yang sangat penting secara strategis. Inisiatif ini tidak hanya bertujuan untuk memperkuat infrastruktur digital Indonesia, yang selaras dengan visi nasional “Indonesia Emas 2045”, tetapi juga untuk menjadikan Indonesia sebagai pemain dan penyedia talenta ahli di sektor kabel bawah laut. Untuk memastikan terpenuhinya talenta di bidang yang sangat penting ini, KOMDIGI mendukung penuh kegiatan ini. Melalui pengembangan talenta lokal, inovasi, dan kolaborasi yang kuat antara industri, institusi akademi dan pemerintah, kami meletakkan fondasi bagi Indonesia untuk menjadi pemimpin global dalam infrastruktur digital.”, - Nezar Patria, Wakil Menteri Komunikasi dan Informatika Republik Indonesia
  • ➔ GSMA: “GSMA berkomitmen untuk menumbuhkan budaya inovasi. Program pengembangan ekosistem konektivitas bawah laut adalah tentang menciptakan peluang, menjembatani kesenjangan, dan memberdayakan masyarakat. Dengan berinvestasi dan membina talenta lokal & generasi penerus, program ini dapat menciptakan ekosistem yang berkelanjutan yang akan mendorong inovasi dan pertumbuhan ekonomi untuk mengatasi tantangan unik di Indonesia, mendorong penciptaan lapangan kerja, dan konektivitas untuk kesejahteraan bersama.” - Julian Gorman, Ketua Asia Pasifik di GSMA
  • ➔ Telin: “Kami percaya program pengembangan ekosistem bawah laut ini juga akan mendorong permintaan keseimbangan digital dan infrastruktur sehingga tentunya membutuhkan institusi akademis dan dukungan dari industri lainnya. Saya rasa ini adalah salah satu inisiatif yang kami yakini akan menghasilkan prospek yang baik dalam tiga hingga lima tahun ke depan untuk menciptakan lebih banyak talenta digital di industri ini, dan yakin bahwa Telkom Group sangat mendukung inisiatif yang berasal dari perkumpulan ini”, - Kharisma, Chief Commercial Officer
  • ➔ IOH: “Sebagai negara kepulauan, Indonesia bergantung pada kabel bawah laut untuk konektivitas digital, sehingga sangat penting untuk mengatasi kesenjangan talenta untuk mempertahankan dan memperluas ekosistem ini. Di Indosat Ooredoo Hutchison, kami percaya untuk memberdayakan Indonesia dengan membangun generasi yang terampil secara digital dan siap memimpin masa depan. Program ini memperkuat infrastruktur digital Indonesia sekaligus membina kolaborasi antara industri, akademisi, dan pemerintah untuk menciptakan peluang bagi talenta muda agar dapat berkembang dalam ekonomi digital global. Hal ini sejalan dengan misi kami - Menghadirkan pengalaman digital kelas dunia, menghubungkan dan memberdayakan setiap orang Indonesia, melalui teknologi dan inovasi yang didukung oleh kecerdasan buatan (AI).” - Desmond Cheung, Director & Chief Technology Officer Indosat Ooredoo Hutchison
  • ➔ Meta: Pada infrastruktur Bawah laut, Meta berkomitmen untuk pengembangan kabel bawah laut di seluruh dunia, yang mendukung teknologi terdepan kami.” Komitmen ini termasuk mendukung talenta masa depan yang diperlukan untuk menumbuhkan dan mempertahankan ekosistem kabel bawah laut. Bersama-sama, kita dapat menginspirasi dan memberdayakan generasi pemimpin industri berikutnya, meletakkan fondasi untuk masa depan yang lebih cerah dan lebih bersemangat - Nico Roehrich (Direktur, Network Investment APAC).
  • Terkait Pengembangan Ekosistem, membangun ekosistem digital yang tangguh untuk memungkinkan aplikasi dan layanan berkualitas tinggi dan imersif membutuhkan kolaborasi yang kuat. Program ini menyatukan para pemangku kepentingan utama untuk mengembangkan talenta dan mendorong inovasi bawah laut, yang mencerminkan komitmen Meta untuk memajukan konektivitas global melalui kemitraan dan pengembangan ekosistem.” - Diego Mari Morten (Manajer, Ekosistem Teknologi Konektivitas).
  • ➔ XL Axiata: “Saya sangat yakin bahwa kolaborasi ini bertujuan untuk meningkatkan ekosistem konektivitas Indonesia dengan berfokus pada inovasi teknologi dan pengembangan talenta serta pertumbuhan ekonomi. Program ini bukan sekedar inisiatif jangka pendek, namun merupakan tonggak sejarah bagi masa depan konektivitas bawah laut Indonesia, sehingga keberhasilannya membutuhkan sinergi di antara kita semua, para pemangku kepentingan, termasuk pemerintah, akademisi, industri, dan juga masyarakat. XL Axiata sangat senang dan bangga bisa menjadi bagian dari inisiatif yang luar biasa ini. Mari kita bekerja sama untuk membangun ekosistem konektivitas yang lebih kuat, lebih inovatif, dan berdaya saing global, dan kami mengucapkan terima kasih kepada semua pihak yang telah memberikan kontribusi pada inisiatif ini.”, - Feby Sallyanto, Chief of Enterprise
  • ➔ Alita : “Partisipasi Alita dalam Program Pengembangan Sumber Daya Manusia Kabel Bawah Laut Indonesia menyoroti dedikasinya dalam mendorong inovasi, membangun kapasitas lokal, dan mendukung perjalanan transformasi digital bangsa. Kolaborasi ini menjadi standar bagi kemitraan pemerintah-swasta di sektor telekomunikasi dan membuka jalan bagi Indonesia yang lebih terhubung dan diberdayakan secara digital.”, - Teguh Prasetya, CEO Alita Praya Mitra
  • ➔ ASKALSI: “Kabel bawah laut merupakan tulang punggung penting yang menghubungkan pulau-pulau di Indonesia sebagai negara kepulauan. Program ini membutuhkan upaya kolaboratif yang kuat antara pemerintah, mitra industri, akademisi, dan masyarakat. ASKALSI, dengan 13 operator yang mengelola kabel bawah laut baik domestik maupun internasional akan secara aktif terlibat dalam program ini untuk berbagi keahlian dalam hal kemajuan teknologi, penelitian dan pengembangan, kebijakan, serta kesadaran publik”, - Roger Pardede, Ketua Bidang Hubungan Antar Lembaga
  • ➔ Ajari: “Di Ajari Technologies, kami percaya bahwa masa depan infrastruktur digital bergantung pada tenaga kerja yang terampil dan mudah beradaptasi. Melalui LearnXpert, platform pelatihan kami yang didukung oleh AI, kami mentransformasi bagaimana para profesional dan peserta pelatihan mendapatkan keahlian di bidang teknik bawah laut dan infrastruktur digital. Lebih dari sekadar pelatihan, inisiatif ini menjembatani kesenjangan keterampilan, mendorong inovasi, dan memberdayakan para pemimpin industri di masa depan. Dengan memanfaatkan teknologi mutakhir, kami memberikan solusi pembelajaran yang terukur dan efisien untuk menjaga Indonesia tetap menjadi yang terdepan dalam ekonomi digital global. Sebagai mitra utama, kami berkolaborasi dengan industri, akademisi, dan pemerintah untuk membangun masa depan yang berkelanjutan untuk teknologi bawah laut.”

Peluncuran Program dan Langkah Selanjutnya:
Program Pengembangan Ekosistem Bawah Laut akan secara resmi dimulai pada kuartal kedua tahun 2025, dengan serangkaian lokakarya, sesi pelatihan, dan proyek penelitian yang direncanakan di seluruh Indonesia. Program ini juga akan menjalin kemitraan dengan organisasi internasional untuk memberikan paparan dan peluang global kepada para peserta.

Inisiatif ini menandai langkah maju yang signifikan dalam perjalanan Indonesia untuk menjadi pusat digital di kawasan ini. Dengan membina talenta lokal dan mendorong inovasi, Program Pengembangan Ekosistem Bawah Laut akan memastikan bahwa Indonesia siap untuk memanfaatkan potensi penuh era digital.

Untuk informasi lebih lanjut, silakan hubungi Galih Prihartanto
Asisten Manajer Pengelolaan Unit Bisnis Universitas Telkom

galihp@telkomuniversity.ac.id +62 85294512455

Tentang Program Pengembangan Ekosistem Bawah Laut:
Program Pengembangan Ekosistem Bawah Laut merupakan inisiatif kolaboratif yang bertujuan untuk membangun kapasitas Indonesia dalam infrastruktur digital bawah laut. Didukung oleh KOMDIGI, Telkom Group, Telin, Telkom University, IOH, XL Axiata, Meta, Ciena, Ajari, Alita, dan Telecom Infra Project, program ini berfokus pada pengembangan talenta, inovasi, dan kolaborasi antara industri dan akademisi untuk memperkuat posisi Indonesia di kancah ekonomi digital global.